eL Skype Instagram

Sponsor


Solusi Rekber Terpercaya di Indonesia

SponsoredTweets referral badge

Entri Populer

Anak muda, berkarya seadanya secara sederhana, sekedarnya saja dan belum ada apa-apanya...

Momen Foto [gagal] Dadakan Penutup Tahun 2014

Ceritanya bujang hepi lagi pada ngumpul, nih. Sam, Surya dan gue. Ngopi sembari buka aplikasi Domino di smartphone masing-masing. Cengangas-cengenges ga karuan, ampe ga ngeh kalo gigi ada ampas kopinya. Hampir lupa kalo malam ini tu malam penting.

11:40 PM, gue buka Facebook. Ngeliat foto-foto yang dishare temen di komunitas. Keren-keren, canggih-canggih, super spektakuler, dah.

Drag sedikit-sedikit dari bawah ke atas. Tiba-tiba dapet wangsit pas ketemu fotonya Pak Fendi yang dishare di komunitas Indonesia On The Street. Ngeliat beliau lagi eksyen di seputaran HI yang maksudnya ngabarin kalo beliau lagi ada di Jakarta Night Festival.

"Ada JNF di HI tau, Ya?!" Gue ngabarin sembari nanya ke Surya. "Anjrit bentar lagi jam 12!" Makin panik pas denger petasan jegar-jeger. Romannya tu petasan belinya ama bokap gue, dah.
"Foto kapan ituu..?" Tanya Surya.
"Ini dishare 2 jam yang lalu!" Gue sodorin HP, ngasih tau kalo itu foto baru dishare 2 jam yang lalu.
"Ayuk! Kita foto-foto!" Tuntut Surya nantangin sengak. Idungnya itu lho yang ga nahan.
"Jam berapa ini, soak?!" Sam nanya, nyepelein, ngupil, makan biskuit, upilnya ngikut.
"11:45. Masih keburu 15 menit." Surya ngotot ampe idungnya mekar.
"Hayo! Mumpung gue lagi jomblo, nih!" Kali ini gue semangat kegirangan. Ya iya, lah. Secara, kapan lagi gue bisa ngerasain jadi bujangan pas di malam tahun baru. Haha, bukan promosi.

Singkatnya ni para bujang langsung pada cekatan ngambil properti masing-masing. Sam make jaket levis, surya pake suiter. Kalo gue pake jaket levis plus rompi kesayangan didobel. Biar ga kedinginan. Maklum dah lama ga nyobain lagi angin malam. Takut ntar pulang meriang ga ada yang ngerokin.

"Yaelaaaahh. Udah matiin tu laptop!!" Sam ngotot. Gue buru-buru force shutdown, ampe khilaf kalo foto yang di Lightroom belum pada disave. Alamat redisain, dah.

"Bawa 2 motor aje. Lu pake motor Indra, Ya! Macet pasti. Bawa Ninja mah nangis, lu!" Sam nyaranin. Surya ngangguk. Tapi idungnya doang.

Finally, berangkat ni ban bajaj menuju HI. Tepat jam 23:50 WIB, dari Kemanggisan. Sam pake Mio, Surya ama gue boncengan pake Scoopy. Dengan sedikit harapan masih kebagian kembang api HI.

Perjalanan dari Kemanggisan sampe tikungan An-Nur masih lancar jaya. Pas nyampe depan Gg. Harlan mulai ngedet-ngedet. Etdah, ternyata di flyover atas stasiun Tn. Abang udah jadi lautan manusia, lautan asap, lautan kertas bekas petasan, lautan cabe-cabean, lautan kentut pula (soalnya Surya pake kentut segala). Alhasil stuck di tempat.

"Gimane, ni?!" Sam nanya, tapi geleng-geleng beugah ngeliat paha cabe buntet di sebelahnya. Rok tipis garis-garis, ada tato Hello Kitty lagi.
"Angkat aje, dah! Muter balik lewat Be-I (baca: Bongkaran Indah)!" Gue dapet ide dari orang di depan yang pada ngangkatin motornya nyebrang trotoar.
"Polisi! Polisi!" Teriak ABG alay di sebrang ngasih tau. Kita ga gubris. Tanggung soalnya, dek motor udah pada ngegantung di trotoar. Toh, nyebrang juga ni motor. Ngelewatin Gg. Harlan - BI (baca: Bongkaran Indah) - Thamrin City. Parkir sebelum Sogo Plaza Indonesia. Parkiran liar yang dipatok Rp. 10.000,-/motor. Nginspirasiin gue kalo tahun depan mending jadi tukang parkir aja, haha.

"Jedar-jeder." Petasan rame binggo. Kita bertiga udah kalang kabut. Jalan kaki macet. Dari parkiran Sogo ampe Kempinsky aja desek-desekan, makan waktu lebih dari setengah jam. Pokoknya super padet banget, dah. Kalo yang pacaran bawa cewek, gue jamin pulangnya pasti pada lecek bin kusut bin kumel bin awut-awutan bin amburadul bin ora nggenah bin teu karuan.

Selama perjalanan kaki yang super ekstra susah gue cuman bisa ngegerutu denger petasan meledak-ledak di atas kepala. Kalo ada Cita Citata mah pasti udah dinyanyiin, "sakitnya tuh, di sini." Dorong-dorongan, empet-empetan, sikut-sikutan. Mana di belakang banyak pria tulang lunak lagi (pria tulang lunak = banci kaleng).

Alhasil, bawa kamera 2 biji ga dapet foto, karena ga konsen lantaran 2 biji yang lain abis diempet-empetin nenek-nenek, emak-emak, tante blaem-blaem, perawan lugu, cabe-cabean sampe banci kaleng. Kebayang, kan. Gimana nasib itu biji?

Klimaksnya, gue cuman bisa nyabarin diri sendiri karena tutup lensa Nikon sempet jatoh keinjek-injek pula. Sony gue kejedot gerobak ketoprak. Halah! Nggak banget, dah. Stuck di tengah-tengah. Maju ga bisa, mundur ga bisa. Kecuali Syahrini doang yang bisa maju-mundur cantik.

Kesimpulannya, gue cuman bisa nyaranin buat sobat eL yang mo ngerayain malam tahun baru yang akan datang, mending pada di rumah masing-masing aja, deh. Kumpul bareng temen, sodara, keluarga. Sukur-sukur malah bisa tafakur, lebih mendekatkan diri sama Allah SWT. Berdoa supaya di tahun berikutnya masih dikasih umur, sehat jasmani-rohani, lebih sukses dari tahun sebelumnya.


 Ini Foto Gagal Malam Tahun Baru 2014
  

Baca Lagi »
4:09 PM | 0 Tanggapan

Kamus Daftar Istilah Fotografi

Kamus Daftar Istilah Istilah Fotografi Dari A-Z


A
  • A: Singkatan dari auto, yaitu sebuah sandi untuk pilihan fasilitas otomatis. Artinya, bila selector diputar ke posisi ini, bukaan diafragma akan bekerja secara otomatis setelah pemotret memilih suatu kecepatan (shutter speed) atau sebaliknya.
  • AF: singkatan dari auto focus, yaitu cara kerja kamera tanpa mengharuskan pemotret memutar-mutar sendiri penemu fokus(jarak). Sistem ini bekerja setelah pemotret menekan tombol “on” pada perintah fokus.
  • AL servo AF: saran pilihan autofocus yang digunakan untuk memotret objek2 bergerak. Pilihan yang efektif untuk pemotretan olahraga.
  • Angle of view: Sudut pandang atawa sudut pemotretan. Cara melihat dan mengambil objek yang akan difoto
  • Aperture diafragma: yaitu lubang tempat cahaya masuk kedalam kamera dari lensa keatas film.
  • Aperture priority auto exposure (A): pencahayaan otomatis prioritas bukaan diafragma. Jika bukaan diafragma disetel terlebih dahaulu, kecepatan rana akan bekerja otomatis.
  • Artificial light: cahaya buatan manusia yang digunakan untuk memotret misalnya lampu kilat, api, dll.
  • Asa: singkatan dari american standar assosiation. Yaitu standar kepekaan film. Pengertiannya sama dengan ISO, hanya saja nama ASA dahulu umumnya dipakai diwilayah amerika. Kecepatannya diukur secara aritmatis.
  • Auto Program Programed Auto (P): fasilitas otomatis untuk memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high speed (kecepatan tinggi), tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa.
  • Auto winder: motor yang berguna untuk memajukan film secara otomatis dan cepat tanpa harus dikokang atawa diengkol terlebih dahulu. Sering digunakan oleh pemotret olahraga atawa yang mengutamakan objek-objek bergerak cepat.
B
  • Back light: Cahaya dari belakang, yaitu cahaya yang berasal dari belakang objek. Arah cahaya ini berlawanan dengan posisi kamera. Secara umum efek yang dihasilkan dapat menciptakan siluet; objek foto dikelilingi “rim light” atau cahya yang ada disekitar objek. Efek cahaya ini bisa merugikan pemotret sebab bila mengenai lensa akan menimbulkan flare.
  • Bayonet: Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk melakukan penggantian lensa.
  • Fotografi Birds eye view: Sudut pandang dalam pemotretan yang mirip dengan apa yang diliat seekor burung yang sedang terbang.
  • Blitz: Lampu kilat atau flashgun. Alat ini merupakan cahaya buatan yang berfungsi menggantikan peran cahya matahari dalam pemotretan. Untuk menangkap kilatannya diperlukan suatu kecepatan tertentu yang telah disesuaikan (disinkronkan) dengan kamera. Cahaya blitz umumnya bisa ditangkap dengan kecepatan kamera 1/60 detik.
  • Blitzlichtpulver: Cikal bakal lampu kilat. Terbuat dari beberapa campuran bubuk diantaranya magnesium dan potassium chlorade yang dapat memancarkan cahaya bila disulut.
  • Blur: Kekaburan seluruh atau sebagian gambar karena gerakan yang disengaja atau tidak sengaja pada saat pemotretan dan efek besar kecilnya diafragma. Hal ini terjadi misalnya saat melakukan teknik panning atau zooming yang menggunakan kecepatan rendah.
  • Bottom light: Cahaya dari bawah objek, biasa juga disebut ‘base light’. Biasa digunakan sebagai cahaya pengisi dari arah depan. Fungsinya mengurangi kontras cahaya utama.
  • Bounce Flash: Sinar pantul. Pancaran cahaya tidak langsung yang berasal dari sumber cahaya (lampu kilat). Cara paling efektif yang dapat dicoba adalah memantulkan pancaran sinarnya kesudut lain sebelum cahaya itu mengenai objek pemotretan. Teknik pencahayan ini cocok untuk menghasilkan penyinaran lunak.
  • Bracketing: Suatu teknik pengambilan gambar yang sama dengan memberikan kombinasi pencahayaan yang berbeda-beda pada suatu objek (disamping pengukuran pencahayan normal).
  • Built-in diopter: Pengatur dioptri (lensa plus atau minus)yang sudah terpasang pada pembidik kamera. Berguna bagi pemotret berkacamata.
  • Bulb, B(ulb) bohlam: Sarana kecepatan rana yang sangat lambat dikamera yang digunakan untuk memotret objek. Lama membuka rana ditentukan oleh pemotret, yaitu dengan menekan lalu melepas tekanan pada tombol shutter.
C
  • C: Singkatan dari continuous,yaitu sandi yang terdapat pada kamera. Fungsinya menyatakan penggunaan bidikan gambar secara beruntun dengan kecepatan tertentu (umumnya 3 bingkai per detik).
  • Candid camera: foto atau potret yang dibuat dengan cara sembunyi2 sehingga objek foto tidak menyadarinya. Cara ini biasanya menghasilkan foto yang terkesan wajar atau alami.umumnya tidak ada komunikasi antrara pemotret dan objek foto.keberhasilan foto sangat ditentukan oleh kemahiran pemotret mengungkapkan pesannya.oleh Karen itu pemotret harus ekstra tekun, jeli,teliti dan sabar.
  • CCD: singkatan dari charge couple device,yaitu chip pengganti filmyang digunakan pada kamera digital untuk merekam gambar (citra)
  • Center of focus: pusat perhatian. Sering juga disebut center of interest atau focus of interest. Pusat perhatian membuat pesan dan teknis yang ingin disampaikan pemotret tergambar secara fisik pada foto.
  • Center weight: pengukuran pencahayaan yang tertuju hanya pada 60 persen daerah tengah gambar (bidang) foto.
  • Coating: pemberian suatu lapisan tipis pada permukaan lensa.Funsinya menahan pantulan cahaya dan melindungi lensa dari berbagai bahaya, mjsalnya jamur.
  • Cold tone: warna yang bernada dingin; berwarna biru kelabu dengan nada warna ringan.
  • Color balance: keseimbangan warna.
  • Composition: komposisi, yaitu penempatan atau penyusunan bagian2 sebuah gambar untuk membentuk kesatuan dalam sebuah bidang tertentu sehingga enak dipandang.
  • Continuous light: lampu kilat yang digunakan untuk memotret; cahayanya dapat menyala terus menerus(berulang-ulang).
  • Contrast: kontras. Secara umum kontras diartikan sebagai perbedaan gradasi,kecerahan, atau nada (warna) antara bidang gelap (shadow) dengan bidang terang, atau warna putih yang mencolok sekali pada objek.
  • Cropping: pemadatan/pemotongan gambar dalam foto atau sesuatu yang tercetak dengan membuang bagian2 tertentu yang kurang dikehendaki.
D
  • Density: densitas atau kepekatan dalam fotografi.istilah ini menyatakn tebal-tipis lapisan perak yang melekat pada film. Semakin pekat suatu warna, semakin gelap dan berat warnanya.
  • Depth: kedalaman, yaitu efek dimensional yang timbul karena ada perbedaan ketajaman.
  • Depth of field: bagian yang tampak tajam (tidak buram) dan jelas,yang berada dalam jangkauan tertentu. Biasanya juga disebut sebagai ruang tajam.
  • Diaphragm: diafragma,yaitu lubang pada lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan. Lubang lensa ini dibentuk dari kepingan2 logam tipis yang berada didalam atau dibelakang lensa. Bisa diciutkan atau dilebarkan.
  • Distortion: distorsi,yaitu penyimpangan bentuk. Pada fotografi biasa terjadi pada pemotrtan dengan lensa sudut lebar.
F
  • Fill in Flash: Lampu kilat pengisi. Dalam kondisi pemotretan yang tidak memerlukan lampu kilat, lampu ini tetap dinyalakan untuk menerangi bagian-bagian gelap dari objek, misalnya bayangan pada pemotretan diluar ruangan.
  • Fotografi Film: Media untuk merekam gambar. Gambar dibuat diatas dasar yang fleksibel dan transparan.
  • Film terdiri dari lapisan tipis yang mengandung emulsi peka cahaya, diatas dasar yang fleksibel dan transparan. Emulsi sendiri terdiri dari perak halida, yaitu senyawa yang peka cahaya.
  • Film Frame Counter: Penghitung jumlah bingkai film. Pendeteksi berangka yang menunjukkan jumlah film yang sudah terpakai.
  • Film transparency: Slide warna atau color reversal film, yaitu film positif yang biasa digunakan untuk keperluan iklan, pers, dll. Tujuannya adalah mendapatkan ketajaman dan warna gambar yang baik.
  • Filter: Penyaring dalam bentuk kaca (atau bahan lain yang tembus cahaya) yang mempunyai ketebalan rata; dipasang pada ujung tabung lensa.
  • Fix Lens: Lensa fix, yaitu lensa yang memiliki panjang fokus (titik api) tunggal, sudut pandangnya tetap.
  • Flash: Lampu kilat, yaitu jenis lampu buatan yang mampu menyediakan cahaya yang bisa dikendalikan.
  • Flash exposure compensation: Kompensasi pencahayaan lampu kilat, yaitu cara membuat alternatif pencahayaan lebih atau kurang dengan menggunakan lampu kilat.
  • Focus ring: Titik api atau pertemuan berkas sinar/cahaya melalui lensa setelah berbias atau dipantulkan.
  • FPS: singkatan dari frame persecond, yaitu satuan pengambilan gambar dalam gambar per detik.
G
  • GN: Singkatan dari guide number, yaitu kekuatan daya pancar cahaya lampu kilat yang merupakan perkalian antara jarak (dalm meter taau feet) dan diafragma.
  • High angle: pandangan tinggi. artinya, pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.
  • High-Key photo: sebutan untuk suatu foto yang didominasi nuansa putih.
  • High light: bagian-bagian yang terang pada sebuah foto karena pantulan sinar.
  • Honeycomb: Perangkat atau alat tambahan berbentuk seperti sarang tawon.
  • Hot shoe: sepatu panas. terdapat pada bagian atas kamera, berfungsi untuk memasang lampu kilat elektronik.
I
  • Image: gambar yang terbentuk pada film atau pada tirai pengamat.
  • Incident light metering: Pengukuran cahaya jatuh, yaitu mengukur kuat cahaya yang menerangi objek.
  • Infinity: jarak tak terhingga dengan tanda pada skala jarak.
  • Infrared: inframerah, yaitu sinar merah diluar spektrum.
  • ISO: singkatan dari international standart organization, yaitu badan yang berwenang memberikan standar untuk kategori film yang digunakan didunia fotografi.

J

  • JIS: singkatan dari japan industrial standart, yaitu ukuran kepekaan film, seperti asa digunakan di Jepang.

L

  • Lens: Lensa, yaitu alat yang terdiri dari beberapa cermin yang mengubah benda menjadi bayangan yang bersifat terbalik, diperkecil, dan nyata.
  • Lens Hood: Tudung lensa yang digunakan untuk menutupi elemen lensa terdepan dari cahaya yang masuk secara frontal. Cahya seperti ini akan menimbulkan efek flare (bintik cahaya putih) pada foto.
  • Light contrast: Kontras cahaya, yaitu tingkat kepekaan cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya. Hal yang paling mempengaruhi kontras cahaya adalah besar kecilnya sumber cahya.
  • Light meter: Pengukur kekuatan sinar. Biasa dipakai dalam pemotretan untuk menentukan besar diafragma atau kecepatan pada suatu kondisi pencahayaan.
  • Long Shot: Sudut pandang yang lebar yang memberi perhatian lebih pada objek pemotretan dengan cara memisahkannya dari latar belakang yang mungkin mengganggu.
  • Low angle: Pandangan rendah, yaitu sudut pandang dalam pemotretan dengan kedudukan pemotret lebih rendah dari objek pemotretan. Menghasilkan gambar seolah-olah objek lebih tinggi dari aslinya.
  • LT: Long time Exposure, sama dengan pencahayaan panjang misalnya 2 detik atau lebih.

M

  • Macro: Makro. Pengertian makro dalam fotografi adalah saran untuk pemotretan jarak dekat. Fotografi makro akan menghasilkan rekaman objek(pada film) yang sama besar dengan objek aslinya (1:1), atau paling tidak setengah besar objek aslinya (1:2). Namun, lensa zoom yang mempunyai fasilitas menghasilkan rekaman objek seperempat besar benda aslinya (1:4) juga sudah bisa dikatakan makro.
  • Macro Lens: Lensa makro, yaitu lensa yang digunakan untuk memotret objek berukuran kecil atau pemotretan jarak dekat (mendekatkan objek). Umumnya dipakai untuk keperluan reproduksi karena dapat memberikan kualitas prima dan minim distorsi.
  • Magnification: Pembesaran. Diukur dari gambar film dengan perbandingan ukuran asli objek.
  • Main light: Sinar utama dalam pemotretan yang biasanya berasal dari depan objek. Biasanya digunakan untuk memunculkan bentuk atau wajah objek.
  • Medium format camera: Kamera format medium, yaitu jenis kamera SLR yang menggunakan jenis film 120 mm. Dibandingkan dengan kamera format kecil, kamera ini mempunyai keunggulan dalam pembesaran cetakan.
  • Medium shoot: Pandangan yang lebih mengarah kepada suatu tema pokok dengan latar belakang yang agak dihindari. Bisa digunakan untuk pemotretan berobjek orang, kira2 sebatas pinggul keatas.
  • Metering: Pola pengukuran cahaya yang biasanya terbagi dalam 3 kategori: center weight, evaluative/matrix dan spot
  • Metering center weight: Pola pengukuran cahaya menggunakan 60 persen daerah tengah gambar
  • Metering matrix: Pola pengukuran cahaya berdasarkan segmen-segmen dan persentase tertentu
  • Metering spot: Pola pengukuran cahaya yang menggunakan satu titik tertentu yang terpusat.
  • MF: singkatan dari manual focus, yaitu cara penajaman atau pemfokusan yang dilakukan secara manual.
  • Microphotography: Fotografi yang menggunakan film berukuran kecil, dengan bantuan mikroskop.
  • Monopod: sandaran atau penyangga kamera berkaki satu. Berfungsi membantu menahan kegoyangan. Sering pula disebut “unipod”

N

  • ND Filter: Filter ND, yaitu filter yang berfungsi menurunkan kekuatan sinar sebanyak 2 sampai 8 kali.
  • Nebula Filter: Filter yang menghasilkan gambar dengan efek pancaran sinar radial yang berpelangi.
  • Non-reflex camera: kamera non refleks yang tidak menggunakan cermin putar. Contohnya adalah kamera kompak atau kamera langsung jadi (Polaroid)
  • Normal lens: Lensa berukuran normal berfokus panjang, 50 mm atau 55 mm, untuk film berukuran 35 mm. Sudut pandangnya sama dengan sudut pandang mata manusia.

O

  • Obscura: Cikal bakal kamera zaman sekarang. Prinsipnya dalam sebuah kamar gelap yang tertutup lubang (pin hole). Jika kamera obscura dihadapkan ke benda yang diterangi cahaya, sebuah gambar proyeksi terbalik dari benda tersebut akan tampak pada dinding yang berhadapan dengan lubang.
  • Optical Sharpness: ketajaman optis, yaitu suatu ketajaman yang dapat dicapai karena lensa berkualitas baik.
  • Optik: berkenaan dengan penglihatan (cahaya, lensa, dsb)
  • Overexposure: kelebihan pencahayaan. Bagian shadow tampak pekat (tanpa detail) sehingga negative tampak hitam total. Bila kepekatan bagian ini melampaui batas, hasil cetak foto akan menjadi abu2; bagian high akan menjadi putih.
  • Overhead lighting: sinar dari atas. Lampu atau penyinaran yang dibuat untuk menyinari objek dari atas.
  • Override: Penyimpangan dari pengaturan otomatis. Tujuannya agar pemotret dapat mengatur kamera secara manual.

P

  • POLARIZING COLOR FILTER:Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu.
  • POLARIZING CONVERSION FILTER:Filter terdiri dari selembar polarisator dengan filter konversi warna (85B). Biasanya juga digunakan untuk jenis kamera kine, sehingga memungkinkan film tungsten digunakan untuk cerah hari dan mempunyai efek seperti filter polarisasi.
  • POLARIZING FIDER FILTER:Filter yang terdiri dari dua filter PL linier yang digabung menjadi satu. Jumlah filter yang masuk dapat diatur dengan memutar gelang filter.
  • POLARIZING CIRCULAR FILTER:Filter yang dibuat dari lembaran polarisator linier dan keeping quarter wave retardation, dilapi di antara dua gelang filter. Efeknya sama dengan filter polarisasi, biasanya digunakan untuk kamera kine.
  • POLARIZING FILTER:Filter polarisasi, dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segala permukaan yang mengkilap. Filter ini terdiri dari dua bagian, bagian yang satu dengan lain dapat diputar-putar untukmendapatkan sudut paling ideal menghilangkan refleksi, menambah saturasi warna dan menembus kabut atmosfer. Juga berguna untuk membirukan langit.
  • POP UP FLASH:Lampu kilat kecil terbuat atau menyatu dengan kamera.

R

  • RAINBOW FANTASY FILTER:Filter dengan inti bulatan normal dan sisanya berisi prisma. Tiap-tiap berkas sinar akan bertepi pelangi.
  • RANA:Adalah tirai yang menggantikan fungsi penutup manual di bagian depan lensa, besar kecilnya dapat diatur sesuai kebutuhan.
  • RANA CELAH:Rana celah vertical dan horizontal dan terletak pada kamera. Yang vertial menutup secara vertikal dan yang horizontal menutup secara horizontal.
  • RANA PUSAT:Rana yang terletak pada lensa, berdampingan dengan diafragma. Menutupnya dengan cara memusat.
  • RELEASE CABLE:Kabel penghubung dengan shutter sehingga memungkin pemotret menekan shutter dari jarak beberapa meter dari kamera.
  • RELOADABLE TO LAST FRAMER:Fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah posisi terakhir yang terpakai.
  • REMBRANDT LIGHTING:Cahaya yang berasal dari jendela atau sering juga disebut window lighting. Cahaya yang datang dari sudut 45 derajat. Pencahayaan tersebut berasal dari nama pelukis Belanda Rembrandt.
  • REMOTE: Alat yang memungkinkan fotografer melakukan penekanan shutter dari jarak jauh dengan penghubung arus tanpa kabel.
  • RESOLUTION: Suatu sifat lensa yang berdaya urai dengan kemampuan menyajikan detail kehalusan gambar sesudah film dikembangkan (diproses).
  • RETINA: Selaput peka sinar dari mata atau salah satu merek kamera keluaran kamera.
  • RETOUCH: Mengubah, sifatnya memperbaiki atau menambah warna dengan menggunakan tangan atau kuas, atau juga pada masa ini dengan komputer seperti melukis sehingga menghasilkan gambar yang baik dan tanpa cacat seperti sebelumnya.
  • REVERSE ADAPTER: Suatu alat penyambung yang digunakan untuk memotret saat menggunakan lensa kamera yang dibalik sehingga elemen belakang lensa menghadap ke objek. Dengan alat ini menjadikan kita dapat menggunakan lensa biasa untuk membuat pemotretan makro dengan hasil yang cukup baik.

S

  • SECOND CURTAIN SYNC:Fasilitas untuk menyalakan lampu-kilat sesaat sebelum rana menutup.
  • SELF ADJUSTING Penyesuaian (diri).
  • SELF TIMER Penangguh waktu. Sebuah tuas yang digunakan untuk keperluan memperlambat membukanya rana kamera sekalipun tombol pelepas kamera telah ditekan. Biasanya digunakan untuk memotret diri sendiri. Penangguhan waktunya umumnya berkisar 10 detik.
  • SENSE OF DESIGN Perasaan atas komposisi. Estetika dalam nirmana datar warna.
  • SEPIA TONER Pewarna coklat/sawo.
  • SEQUENCE: Sekuen. Satu seri dari beberapa jepretan (shot) yang meliputi suatu kejadian yang sama. Setiap jepretan hanya berbeda dalam hitungan detik.
  • SHADE:Teduh, bayangan yang tak berbentuk.
  • SHADOW:Bidang gelap/hitam atau bayangan pada sebuah foto yang berbentuk objek yang membayang.
  • SHAPE:Bidang, suatu bentuk dalam aspek dua dimensi yang terjadi tidak hanya oleh karena adanya kesan garis, baik berupa segi tiga, lingkaran, elips, dll. Namun selain itu bisa juga dibentuk oleh suatu bidang warna karena adanya suatu kesan bentuk tiga dimensi yang mempunyai volume.
  • SHARPNESS:Ketajaman film, yaitu suatu kemampuan film untuk merekam setiap garis dari pandangan yang dipotret dengan ketajaman yang baik. Ketajaman ini ditentukan dengan jumlah garis per milimeter.
  • SIDE LIGHT:Cahaya dari samping, yaitu cahaya yang berasal dari arah samping objek, baik kiri atau kanan dan dapat ditempatkan pada sudut 45 atau 90 derajat. Pencahayaan seperti ini menghasilkan foto dengan efek yang menonjol permukaan atau objek fotonya serta terciptanya kesan tiga dimensional. Umumnya digunakan untuk menampilkan foto-foto yang berkarakter, misalnya foto potret (portrait).
  • SIDE LIGHTING:Sinar dalam pemotretan yang datangnya dari arah samping kanan atau kiri – 90 derajat dihitung dari sudut pandang kamera. Arah datangnya sinar seperti ini akan menghasilkan foto dengan detail dan tekstur dari benda dengan baik. Bayangan yang dihasilkan akan menampakkan bentuk benda dengan lebih menarik dengan separo dari muka terang dan separo lagi gelap.
  • SINGLE LENS REFLECT:Refleks lensa tunggal (RLT), adalah kamera yang memiliki satu lensa untuk membidik yang menggunakan cermin dan prisma. Lensanya berfungsi untuk meneruskan bayangan objek ke pembidik dan meneruskannya ke film. Apa yang terlihat pada jendela pengamat sama seperti apa yang terjadi pada film atau fotonya.
  • SINGLE POINT READING:Suatu pembacaan pengukuran dalam pencahayaan yang dilakukan hanya pada satu titik atau bagian tertentu yang terpenting dari sebuah objek foto.
  • SINGLE SERVO AUTOFOCUS (S):Sandi saat Anda membidikkan suatu objek dan tombol rana telah tertekan separo, maka jarak antara kamera dengan objek terkunci hingga tombol dilanjutkan ditekan hingga terekam satu bidikan.
  • SKALA Perbandingan objek utama dengan objek-objek lain dalam gambar.
  • SLAVE UNIT:Mata listrik yang menyalakan lampu-kilat karena pulsa yang dihasilkan oleh menyalanya lampu-kilat lain.
  • SMALL FORMAT CAMERA:Kamera format kecil yaitu kamera jenis SLR (Single Lens Reflect) yang menggunakan film berukuran 35 mm namun fleksibel dan enak dipegang serta ringan. Karena itu kamera seperti ini yang paling banyak digunakan oleh para fotografer. Jenis maupun ukuran filmnya sangat mudah didapat juga proses filmnya terutama bagi yang menggunakan film jenis negatif. Namun kekurangannya, untuk hasil pencetakan besar, maksimal hanya seukuran majalah.
  • SNAPSHOT: Bidikan spontan, tanpa modelnya diatur terlebih dahulu. Cara ini umumnya digunakan untuk membuat foto human interest, sehingga menghasilkan foto yang apa adanya dan tampak alami tak terkesan dibuat-buat.
  • SNOOT:Suatu alat berbentuk kerucut yang berlubang pada ujungnya dan digunakan untuk memperkecil penyebaran cahaya dari lampu kilat studio. Umumnya menghasilkan cahaya yang tampak membulat bila diproyeksikan pada bidang datar.
  • Fotografi SNOW CROSS, STAR SIX FILTER: Sebuah kaca bening dengan goresan-goresan yang saling bersilangan yang membentuk bintang-bintang berekor enam dari tiap-tiap titik sinar.
  • SOCKET: Lubang tempat memasukkan kabel sinkron yang menghubungkan lampu kilat dengan penutup.
  • SOFT SCREEN (LENS): Lensa yang berguna untuk menghindari kontras sehingga hasil gambar terkesan seolah-olah agak kabur dengan sisi-sisi yang tak tampak ketegasan batasnya.
  • SOFT FOCUS LENS: Lensa yang berdaya lukis lembut.
  • SOFT SPOT FILTER: Filter berciri seperti soft screen namun menghasilkan gambar yang berbeda.
  • SOFT TONE FILTER: Filter yang bertujuan untuk membuat gambar pemandangan lunak tanpa menurunkan ketajaman dan mengubah warna, juga tidak mengubah bentuk. Kontras pun menjadi lembut tanpa mengaburkan pandangan.
  • SOLARISASI: Proses pembuatan foto dengan cara memberi penyinaran dua kali pada kertas foto atau film dan memasukkannya ke dalam larutan pengembang. Di tengah-tengah gambar terbentuk dilakukan penyinaran dengan cahaya putih sekali lagi dan meneruskan pengembangannya.
  • SONAR AUTOFOCUS: Sistem otofokus yang bekerja berdasarkan perjalanan bolak-balik suara sonar – dari kamera ke objek kembali ke kamera.
  • SPECIAL EFFECT: Efek khusus dengan menggunakan teknik tertentu.
  • SPECIAL EFFECT FILTER: Filter (penyaring) spesial efek yang pada dasarnya bukan filter karena fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.
  • SPECIAL LENS: Lensa spesial yang digunakan secara khusus untuk keperluan khusus. Misalnya fish eye lens (lensa mata ikan – 180 derajat). yang pada dasarnya bukan filter karena fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.
  • SPECIAL PURPOSE LENS: Lensa tujuan khusus yang didesain dan diciptakan untuk tujuan penghasilan gambar khusus yang biasanya susah dilakukan dengan lensa biasa.
  • SPECIAL FILTER: Sekeping plastik terang berisi ribuan prisma lembut yang mengubah tiap-tiap titik sinar menjadi bintang pelangi dan berkas sinar bertepi pelangi. Sinar yang kuat membentuk bintang dengan berkas-berkas pelangi tebal.
  • SPECTRUM: Berkas sinar yang terlihat oelh mata, terpecahkan oleh pembiasan prisma dalam warna-warni.
  • SPEEDLIGHT: Lampu-kilat yang mempunyai kecepatan menyala tinggi atau cepat.
  • SPEEDO SOLARISASI: Suatu teknik kamar gelap versi lain dari tehnik solarisasi (efek sabattier) pada film ortholith yang akan memberikan suatu efek gerakan yang cepat (speedo).
  • STEREO CAMERA: Kamera berlensa dua yang menghasilkan dua foto sekaligus. Dua foto itu harus diamati dengan alat bantu atau stereo-viewer untuk mendapatkan efek kedalaman seperti saat difoto.
  • STILL LIFE: Berarti lukisan atau pemotretan benda mati. Fotografi yang khusus menempatkan benda-benda kecil buatan manusia sebagai objeknya.
  • STOP: Satuan yang menunjukkan pergeseran nilai bukaan diafragma atau kecepatan rana dari suatu nilai ke nilai yang lain, naik atau turun. Misalnya dari diafragma f:16 ke f:22 atau dari kecepatan 1/125 detik ke 1/250 detik.
  • STOP BATH: Cairan penyetop. Larutan penyetop untuk menghentikan atau menahan seketika pengembang (developer) pada film atau kertas foto. Selain berguna untuk menghentikan proses yang terjadi, stop bath juga berfungsi sebagai larutan fixer yang membuat film dan cetakan foto lebih tahan lama.
  • STRIPPING FILM: Film yang dapat dipisahkan dari dasar seluloidnya.
  • STROBO: Lampu dengan kemampuan menyorot bertubi-tubi dengan selang waktu singkat.
  • SUBTRACTIVE: Sistem penyusunan balans warna dengan mengurangi unsure warna, suatu kebalikan dari additive atau menambahkan.
  • SUPER WIDE LENS: Lensa bersudut super lebar yang biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur, interior, eksterior, pemandangan, dll. Misalnya lensa 15 mm, 17 mm.
  • SYNC CORD TERMINAL: Terminal sinkronisasi lampu-kilat; soket untuk memasang kabel tambahan yang dihubungkan dengan lampu-kilat.
  • SYNC SHUTTER SPEED: Kecepatan rana yang sinkron dengan lampu kilat.
  • SYNCRO:Saklar otomatis. Dengan menggunakan saklar ini pada lampu kilat maka bila ada kilatan cahaya lampu kilat lain akan mengakibatkan menyalanya lampu kilat yang terpasang syncro.

T

  • TABLE-STAND: Kaki tiga (tripod) kecil. Sandaran kamera yang membantu menahan goyang yang dipakai di atas meja.
  • TEXTURE: Tekstur, sifat permukaan atau sifat bahan., merupakan elemen seni visual yang sangat penting karena mampu memberi kesan “rasa” seperti halus, kasar, mengkilat, dll.
  • TELE CONVERTER: Lensa tambahan yang dipasang di antara lensa asli dan tubuh kamera, yang dapat mengubah lensa normal menjadi tele dan lensa tele menjadi tele panjang. Umumnya kelipatannya dua atau tiga kali jarak fokus lensa asal.
  • TELE LENS: Lensa tele yang digunakan untuk memperbesar objek yang akan difoto. Lensa ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek. Khusus untuk pemotretan potret (portrait) penggunaan lensa seperti ini akan menghasilkan perspektif wajah yang mendekati aslinya. Misalnya: lensa 85 mm, lensa 135 mm, lensa 200 mm, dll.
  • TELEPHOTO LENS: Lensa telefoto, lensa yang mempunyai fokus panjang. Pembuatan bayangan (image) pada lensa telefoto lebih pendek bila dibandingkan dengan lensa lain.
  • TELEPHOTO MEDIUM:Telefoto menengah, jenis lensa telefoto yang mempunyai panjang antara 75 – 135 mm.
  • TEST STRIP: Suatu cara untuk mendapatkan hasil cetakan yang baik (normal) yang dilakukan dengan cara membuat pencahayaan bertingkat pada saat mencetak sebelum mencetak sesungguhnya.
  • TILT HEAD: Kemampuan kepala lampu-kilat untuk dapat diputar. Fungsinya untuk mendapatkan efek pencahayaan yang lembut dengan cara memantulkan terlebih dahulu cahaya yang keluar dari lampu-kilat. Kuatnya cahaya yang jatuh ke objek sangat bergantung pada permukaan pemantul, warna dan jaraknya.
  • TIMER SWITCH: Pengukur waktu yang akan memutuskan aliran listrik pada akhir hitungan yang telah ditentukan.
  • Top Light: Cahaya (dari) atas. Cahaya yang berasal dari atas objek. Biasanya digunakan untuk menerangi bagian atas kepala model yang akan difoto. Arah cahaya juga dapat menampilkan detail benda.
  • Transparan:Tembus pandang ialah permukaan suatu benda yang tidak menghambat pandangan untuk melihat benda di belakangnya. Kaca dan plastik misalnya bersifat tembus pandang.
  • Translusen:Tembus sinar. Namun kita tidak biasa melihat benda yang berada di belakang benda yang translusen tersebut. Misalnya kaca es, kaca buram, kaca susu, plastik suram, dsb.
  • Transparancy: Transparan, gambar tembus, slide atau film positif.
  • TRIPOD: Kaki-tiga. Suatu alat yang digunakan untuk menyangga kamera yang berbentuk kaki-tiga, yang dapat dipanjangkan dan dipendekkan sesuai keinginan (terbatas). Biasa digunakan untuk membantu mengatasi goyang saat melakukan pemotretan yang menggunakan lensa telefoto, atau yang menggunakan kecepatan rendah sehingga kedudukan kameranya tetap stabil dan pemotretan terhindar dari goyang.
  • Tripod Socket: Tempat (ulir) untuk tripod. Suatu bagian di kamera, biasanya berlubang dengan ulir di dalamnya, yang berguna untuk tempat memasang tripod atau kaki-tiga kamera.
  • TTL: Singkatan dari Through the Lens Metering.: Sistem pengukuran cahaya melalui lensa. Biasa juga disebut OTF (Off the Film Metering). Kamera harus terisi film untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. Atau dengan cara lain yaitu menggantikannya dengan kertas buram yang diletakkan pada jendela lintas film yang harus menutupi seluruh jendela tersebut. Jika tidak maka akan mendapatkan kalkulasi pengukuran yang salah karena sensor di dalam kamera akan membaca pelat hitam penekan film.
  • Tungsten Film: Film yang khusus diperuntukkan bagi pemotretan yang dilakukan dengan cahaya buatan dengan lampu biasa atau photo-flood, namun juga tetap dapat dipakai untuk pemotretan di bawah cahaya alami.
  • Twin Lens Reflex: Refleks Lensa Kembar. Kamera yang mempunyai dua lensa. Satu lensa berfungsi untuk menangkap objek yang dipantulkan oleh cermin melalui jendela pembidik, satu lensa berfungsi untuk menangkap objek untuk diteruskan ke film. Menggunakan jenis kamera seperti ini harus ekstra hati-hati karena sering terjadi kesalahan yang disebut paralaks pada pemotretan jarak dekat.

V

  • VARIO FOCAL LENS: Lensa zoom. Lensa yang mempunyai panjang focus yang dapat diubah-ubah atau dapat bergeser. Misalnya: lensa 20-35 mm, lensa 35-70 mm, lensa 80-200 mm, dsb.
  • VARIO LENS: Lensa vario atau sering disebut sebagai lensa zoom. Yaitu sebuah lensa yang memiliki jangkauan panjang focus yang bervariasi atau dapat diubah-ubah. Dengan demikian memudahkan pemotret memilih berbagai ruang pandang hanya dengan menarik-ulur lensa atau memutarnya.
  • VERTICAL GRIP: Alat pelepas rana untuk pengambilan gambar secara vertikal tanpa harus memutar tangan.
  • VIEW CAMERA: Kamera yang menggunakan film format besar dan digunakan untuk keperluan pemotretan yang memerlukan detail tajam pada pencetakan hasil foto yang besar-besar umumnya digunakan di dalam studio untuk pemotretan still life karena dapat menyempurnakan perspektif serta menambah ruang tajam. Detail gambar dapat ditampilkan secara sempurna.
  • VIEW FINDER: Jendela bidik. Bagian dari kamera yang berfungsi sebagai tempat mata melihat bayangan benda yang akan diabadikan.

W

  • WAIST LEVEL FINDER: Pembidik sebatas pinggang.
  • WARM TONE: Bernada warna hangat. Suatu warna yang terasakan tidak terlampau menyilaukan mata, atau berwarna ke arah cokelat gelap ke arah hitam pekat.
  • WATT / SECOND (W/S): Satuan daya pada lampu kilat studio yang dibedakan dengan lampu kilat portable yang menggunakan GN. Tidak ada rumusan relevansi antara W/S dan GN, tapi 100 W/S hampir sebanding dengan GN = 30.
  • WIDE ANGLE LENS: Lensa sudut lebar, misalnya lensa 20 mm atau 24 mm. Jenis lensa dengan tubuh pendek yang biasa digunakan untuk memotret sebuah panorama luas atau untuk pemotretan sejumlah besar orang. Lensa ini menampakkan gambar yang lebih kecil.
  • WIDE SHOT: Pemotretan dengan sudut pandang lebar. Biasanya merupakan satu jepretan panjang diawal suatu sekuen. Tujuannya untuk mengarahkan penonton pada adegan berikutnya pada gambar hidup (movie).
  • WIRELESS TTL: Sistem pengukuran lewat lensa tanpa melalui kabel.
  • WORM EYE: Pandangan cacing. Berarti memotret dari sudut pandang permukaan tanah. Hasilnya adalah rekaman foto dengan kesan tinggi yang ekstrim, hasil gambarnya pun unik karena sudut pandang seperti itu.
  • ZONE SYSTEM: Suatu cara untuk menghasilkan foto dengan tingkat kontras yang dimulai dari nada hitam pekat hingga nada warna putih sekali.
  • ZOOM LENS: Lensa zoom. Jenis lensa yang memiliki elemen yang mampu bergerak hingga membuat panjang fokal bervariasi. Panjang focus dapat diganti-ganti dengan memendekkan atau mengulur tabung lensa.
  • ZOOM-BLUR: Kekaburan gambar yang disebabkan oleh gerakan zoom pada waktu melepas rana kamera.
  • ZOOMING RING:Gelang batas rentang vario pada lensa zoom.

Baca Lagi »
1:30 PM | 0 Tanggapan

Perbedaan Pacaran, LDR, dan Jomblo



Sobat eL, kali ini gue cuman mo share dikit tentang perbedaan definisi pacaran, LDR & jomblo. Disimak, yak! Tapi jangan dimasukin ati. *khususnya buat para sesepuh jomblo yang udah taunan bahkan udah bikin komunitas sendiri sebagai pengalihan buat ngehibur diri sendiri. :D

Pacaran?
Dunia indah banget buat yang lagi pacaran. Serasa milik bedua. Yang laen ngekos. Hahay!!

LDR?
Buat LDR (yaitu Long Distance Relationship, dalam bahasa Indonesia bisa diartiin Hubungan Jarak Jauh) masih mending lah ya, masih ada yg dipanggil ayang beb, hani badi suiti atau mae lopli.

Trus, yang jomblo gimana?

***

Begini ilustrasi singkatnya:

Pacaran: Kencan
LDR: Telponan
Jomblo: Nongkrong di warnet (kalo ga punya duit nongkrong di jembatan, ngemis.)

Pacaran: Main lari-larian
LDR: Main Skype
Jomblo: Main remi, digrebek, dipenjara

Pacaran: I want marry with you
LDR: I want beside you right know
Jomblo: I.. waak peyek.. i wak peyeek..

Pacaran: Jalan bareng seharian
LDR: Telepon seharian
Jomblo: Gak mandi seharian

#bangun tidur
Pacaran: *sms* Pagi ay, bangun, dong! :*
LDR: *telp* Ayang met pagi!
Jomblo: Saya di mana! Saya buta! *trnyt msh merem*

#malem minggu
Pacaran: Makan berdua
LDR: Makan sendiri2
Jomblo: Makan ati liat mereka

#pas ujian
Pacaran: Malah sms-an
LDR: Telponan
Jomblo: Ngintip contekan di paha cewek sebelah, ketauan, digamparin, dilempar penghapusan ama pengawas, dijewer emak di rumah

Pacaran: Bales sms pacar
LDR: Angkat telpon pacar
Jomblo: Ngecek pulsa doang

Pacaran: Dandan rapi mau kencan
LDR: Dandan rapi mau ketemuan
Jomblo: Dandan rapi mau seminar MLM

Pacaran: Bikin janji
LDR: Bikin komitmen
Jomblo: Bikin onar, digebukin, mati :)

Pacaran: Siapin pakaian buat kencan
LDR: Siapin hape buat telponan
Jomblo: Siapin tambang buat bikin 'ayunan'. (Halah, kesian gue ngomongnya!)

Pacaran: Mesra-mesraan
LDR: Kangen-kangenan
Jomblo: Bunuh-bunuhan (jangan ditiru, yak!) :)

Pacaran: Sayang, makan di sini aja, ya?!
LDR: Sayang. Met makan, ya!!
Jomblo: Cuy, nitip ketoprak 2. Yang pedes 1, krupuknya banyakin. (buat jualan lagi, haha..)

Pacaran: Makan di mana kita, ay?
LDR: *telepon* Dah makan belum? Jangan lupa makan, ntar ususnya keseleo. loh.
Jomblo: "Tong! Abis makan piringnya cuci!! (emaknya teriak dari dapur)

#ditanya
Pacaran: Pacarnya mana? Lagi kuliah
LDR: Pacarnya mana? Nih lagi telponan
Jomblo: Pacarnya mana? Rahasia, rahasia apa? RAHASIA ILAHI

Pacaran: Pura-pura ngambek
LDR: Pura-pura cuek
Jomblo: Pura-pura gila

Pacaran: Sayang, ntar malem jalan, yuk!
LDR: Sayang, aku kangen
Jomblo: Sayang anak, sayang anak, sayang anak! (dagang balon)

Pacaran: Pamer pacar ke temen
LDR: Pamer foto pacar ke sodara
Jomblo: Pamer foto Nabila JKT48.

Pacaran: Telpon pacar, ah!
LDR: Telpon gebetan, ah!
Jomblo: Telpon operator, ah!

Pacaran: Meluk pacar
LDR: Meluk guling
Jomblo: Meluk hansip di pos ronda

Pacaran: Liburan bareng
LDR: Liburan ke rumah pacar
Jomblo: Jadi calo tiket, ditangkep polisi, dipenjara

Pacaran: Ay, jalan, yuk! Aku yang traktir!
LDR: Ay, ketemuan, yuk! Aku yang ongkosin, deh!
Jomblo: Bro, traktir makan dong, bokek nih!

Pacaran : Ay, liat tuh bunga mawarnya!
LDR: Ay, disini aku liat bunga anggrek lho
Jomblo: Foto2 sama bunga. BUNGA BANGKE

Pacaran: Sepiring berdua
LDR: Sepiring masing2
Jomblo: Sepiring bareng kucing

#baju
Pacaran: Tulisan I LOVE U
LDR: Tulisan I MISS U
Jomblo: Tulisan 082517689876 (no telepon pribadi)

Pacaran: Ngobrol sama pacar
LDR: Chatting sama ayang
Jomblo: Ngomong sama pu'unan

#pas di kondangan
Pacaran: Ini kenalin, pasangan gw sekarang
LDR: Wah, sori pacar gue masih di Singapore
Jomblo: Trus, trus! Bales kiri! Yak! Op! (jadi tukang parkir )

#pas berdoa
Pacaran: Ya Tuhan, semoga cinta kami abadi
LDR: Ya Tuhan, jagalah dia selalu
Jomblo: Ya Tuhan, semoga dia jodohku, kalau dia bukan jodohku, jadikan saja aku jodohnya (maksa)

#malam minggu
Pacaran: Malam minggu dinyanyiin lagu
LDR: Malam minggu dibacain puisi
Jomblo: Malam minggu dibacain Yasin

Pacaran: Minum air kelapa bareng di cafe pinggir pantai pas sunset
LDR: Ngirim BBM ngingetin momen pas minum air kelapa di pantai
Jomblo: Minum teh pahit campur baygon

#mau nonton
Pacaran: Nonton midnight yuk, ay!
LDR: Ntar kalo kamu ke jakarta kita nonton Doraemon yuk, ay!
Jomblo: Mak! Sinetron GGS (Ganteng-Ganteng Soak) udah abis belum?

#lagi kangen
Pacaran: Pandang-pandangan berdua. "Senyum kamu manis, deh!"
LDR: Pandang-pandangan via webcam. "Munduran, ay! Biar mukamu yg kece masuk frame."
Jomblo: Pandang-pandangan sama kaca. "Padahal gue ganteng/cantik, loh!"

# lagi mancing
Pacaran: 1 alat pancing dipakai berdua
LDR: Mancing sambil bayangin muka pacar
Jomblo: Nyemplung ke kolam, kali aja nemu putri duyung

#Maen Game Online
Pacaran: Ay, udah donk maennya!!!
LDR: *telp* Ay jangan lama-lama maennya, ya! :*
Jomblo: Mas, udah 3 hari ente di sini. Emaknye nyariin, noh!

#Di Cafe
Pacaran: Ay, romantis banget yah suasananya
LDR: Ay, aku lagi di tempat kita jadian dulu
Jomblo: Mbak, nasi putih aja 1! Gue udah bawa lauk sendiri.

Pacaran: Ya Tuhan aku sayang dia
LDR: Ya Tuhan aku kangen dia
Jomblo: Ya Tuhan aku kapan punya pacar?

#Malem minggu hujan
Pacaran: Yah hujan, bsk aja kita jalannya, ya!
LDR: Hujan, ay! Pending dulu ketemuannnya, ya!
Jomblo: RASAIN!! Pada ga bisa kluar. (seneng, guling-gulingan, kejedot tembok, mati)

Baca Lagi »
2:49 PM | 0 Tanggapan

Lokananta Sastra

Biang Gosip
Aku Ingin Pulang
Syairku adalah Tuhan
Aku Sih Seneng Aja!!!
Novelet Rindu
Kampanye Wayang Kulit

Baca artikel selengkapnya di emailmu